
SURABAYA – Semangat kepanduan menyelimuti SMK Muhammadiyah 1 Surabaya saat ratusan siswa kelas X diberangkatkan untuk melaksanakan kegiatan HW Pengembaraan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 6-7 Februari 2026 ini, mengambil rute historis dan menantang dari halaman sekolah menuju Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya.
Dimulai tepat pukul 13.00 WIB, para peserta yang mengenakan seragam kebesaran Hizbul Wathan lengkap dengan atributnya tampak antusias mengikuti apel pembukaan. Pengembaraan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan bagian dari kurikulum kepanduan untuk membentuk karakter disiplin, kerja sama tim, dan ketahanan mental bagi para siswa baru. Selama perjalanan, para peserta tidak hanya dituntut untuk mencapai titik finish, tetapi juga menyelesaikan berbagai tantangan di pos-pos yang telah disiapkan oleh dewan pembina.

Materi yang diujikan dalam pengembaraan ini meliputi ketangkasan navigasi, kemandirian dalam mendirikan tenda, hingga kemampuan bertahan di alam terbuka. Perjalanan menuju gedung PDM Kota Surabaya dipilih secara khusus untuk mendekatkan para siswa dengan akar organisasi Muhammadiyah di tingkat daerah, sekaligus menanamkan rasa memiliki terhadap persyarikatan sejak dini.
Salah satu peserta kegiatan, Keysa, berbagi kesannya mengenai pengalaman berharga yang didapatkan selama menempuh perjalanan panjang tersebut. Meskipun rute yang dilalui cukup menguras tenaga, ia merasa bangga bisa menyelesaikannya bersama rekan seangkatannya.

“Awalnya saya sempat ragu apakah bisa sampai ke tujuan dengan berjalan kaki, apalagi membawa beban tas yang cukup berat. Tapi ternyata, rasa lelah itu hilang karena kami menjalaninya bersama-sama dengan penuh canda tawa. Lewat HW Pengembaraan ini, saya belajar bahwa kunci keberhasilan itu adalah kekompakan tim dan mental yang tidak mudah menyerah,” ujar Keysa dengan wajah penuh semangat.
Melewati berbagai medan perkotaan Surabaya, para siswa dipacu untuk tetap menjaga adab dan etika sebagai cerminan identitas kader Muhammadiyah yang berkemajuan. SMK Mudisa berharap, nilai-nilai kemandirian yang didapat selama dua hari ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan proses belajar di kelas. (Risma Nur Izzah)

