
Surabaya- SMK Mudisa menyelenggarakan seminar besar pada Rabu (12/11/2025) bertajuk “Meningkatkan Kesadaran Remaja Tentang Pentingnya Pendidikan Seksual”. Berbeda dari seminar umum, acara ini dibagi menjadi dua sesi terpisah untuk peserta didik laki-laki dan perempuan guna memastikan pembahasan materi yang lebih mendalam dan relevan. Ratusan siswi SMK Mudisa berkumpul di Aula Buya Hamka, sementara para siswa mengikuti sesi mereka di ruang kelas teori 1 hingga 4. Pembagian ini merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak akan pengetahuan yang akurat mengenai isu-isu kesehatan reproduksi dan seksualitas, dengan tujuan membekali pelajar untuk mematahkan stigma dan mendorong pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Seminar dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah, Irvandy Andriansyah, S. T., M. T., yang dalam sambutannya menekankan bahwa pendidikan seks yang komprehensif mencakup kesehatan reproduksi, nilai-nilai moral, etika pergaulan, dan pencegahan risiko seperti kehamilan dini, PMS, dan kekerasan seksual. Sesi untuk siswi di Aula Buya Hamka diisi oleh narasumber ahli, Dr. Ardiani Vica Dwiastuti, seorang pakar kesehatan reproduksi remaja. Sementara itu, sesi untuk siswa di ruang kelas dipandu oleh Bagus Sanyoto, M.Psi, seorang psikolog yang fokus pada perkembangan remaja. Kedua narasumber menyajikan materi secara interaktif, membahas perubahan fisik dan emosional, pentingnya batasan pribadi (personal boundaries), dan cara menghindari tekanan teman sebaya.

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam seminar di kedua sesi adalah peran komunikasi terbuka antara remaja, orang tua, dan guru. Para peserta didik diberikan kiat praktis tentang bagaimana mengenali dan mengelola emosi, serta membangun rasa percaya diri untuk mengatakan ‘tidak’ pada situasi yang berpotensi merugikan. Narasumber juga menjelaskan secara gamblang mengenai konsekuensi fisik, psikologis, dan sosial dari perilaku berisiko. Partisipasi aktif terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang diajukan di kedua lokasi, menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan remaja akan informasi yang jujur dan dapat dipercaya, jauh dari mitos atau informasi yang salah yang beredar di media sosial.

Kesuksesan seminar dengan model terpisah ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan bagi SMK Mudisa dalam mengintegrasikan pendidikan kesehatan reproduksi yang lebih efektif ke dalam kurikulum. Pendidikan seks yang komprehensif dianggap sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda, mempersiapkan mereka menjadi individu dewasa yang sehat dan bertanggung jawab. Para peserta meninggalkan sesi masing-masing dengan pemahaman baru, bekal pengetahuan yang lebih matang, dan semangat untuk berbagi informasi positif ini dengan teman-teman sebaya mereka. (Risma Nur Izzah)

