
Surabaya – Memasuki penghujung tahun ajaran 2025/2026, SMK Muhammadiyah 1 (Mudisa) Surabaya semakin gencar membekali siswanya agar siap bertarung di dunia kerja. Pada Senin (6/4/2026) hingga Selasa (7/4/2026), sekolah menyelenggarakan program Bimbingan Karier Intensif bagi seluruh siswa kelas XII di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan pragmatis terkait strategi melamar pekerjaan, mulai dari pengemasan dokumen hingga simulasi mental. Mengingat persaingan global yang semakin ketat, pihak sekolah memandang penting adanya amunisi yang lebih dari sekadar ijazah formal.
Program bimbingan ini dirancang secara sistematis dari teori ke praktik untuk memastikan setiap siswa benar-benar menghasilkan output yang berkualitas. Bedah Materi dan Strategi Siswa mendapatkan materi mendalam mengenai penyusunan Curriculum Vitae (CV) yang ramah terhadap sistem Applicant Tracking System (ATS). Selain CV, fokus utama hari pertama adalah teknik penulisan surat lamaran pekerjaan yang efektif dan persuasif. Siswa diajarkan cara menyinkronkan kualifikasi diri dengan kebutuhan perusahaan.
Pada hari kedua, merupakan sesi Evaluasi dan Pengumpulan Produk Setelah mendapatkan teori, siswa diwajibkan mempraktikkan ilmu tersebut. Di hari kedua, para siswa mengumpulkan hasil praktik pembuatan surat lamaran pekerjaan dan CV untuk dikoreksi langsung oleh mentor.
Agung Dwi Kuncoro, S.Pd., selaku narasumber, menjelaskan bahwa kesalahan umum lulusan baru (fresh graduate) adalah membuat dokumen lamaran yang terlalu umum dan tidak menonjolkan keahlian spesifik. “CV dan surat lamaran adalah ‘surat cinta’ pertama kepada perusahaan. Jika dokumen ini tidak menarik, kesempatan wawancara akan hilang. Kami membedah tuntas cara menonjolkan pengalaman magang dan sertifikasi keahlian siswa agar mereka terlihat kompeten secara profesional,” jelas Agung.

Beberapa poin krusial yang dibahas dalam sesi bimbingan meliputi:
- Teknik Penulisan Deskripsi Diri: Merangkum profil profesional dalam kalimat yang padat.
- Optimalisasi Portofolio: Mengemas hasil karya selama sekolah dan Praktek Kerja Lapangan (PKL).
- Simulasi Wawancara: Tips menjawab pertanyaan menjebak dari HRD dengan tenang.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa kelas XII. Banyak dari mereka yang merasa terbantu karena sebelumnya merasa bingung mengenai langkah awal yang harus diambil setelah lulus. Dengan bimbingan karier yang intensif ini, SMK Mudisa berharap angka keterserapan lulusan di dunia industri dapat terus meningkat. Sekolah berkomitmen tidak hanya melepas siswa dengan selembar ijazah, tetapi juga dengan kesiapan mental dan dokumen pendukung berkualitas tinggi untuk memenangkan persaingan di pasar kerja global. (Risma Nur Izzah)

