
Surabaya – Ratusan siswa kelas X dan XI SMK Muhammadiyah 1 Surabaya mengikuti seminar bertajuk “Waspada Ideologi Radikal” yang digelar di aula sekolah pada Rabu, 1 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para siswa dengan kemampuan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham ekstremisme yang tersebar luas di media sosial.
H. Andi Hariyadi, M. Pd., selaku narasumber mengungkapkan bahwa generasi muda, khususnya pelajar SMK, merupakan target yang rentan terhadap penyebaran ideologi radikal melalui algoritma internet. “Dunia digital adalah pedang bermata dua. Jika tidak memiliki filter yang kuat, anak didik kita bisa terjebak dalam narasi yang memecah belah bangsa,” ujarnya.
Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bagaimana kelompok radikal memanfaatkan platform populer seperti TikTok dan Instagram untuk menyebarkan propaganda melalui konten-konten yang tampak religius namun mengandung pesan kebencian. Para siswa diajak untuk waspada terhadap akun penyebar hoax dan cara melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya.

Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi selama sesi tanya jawab. Salah satu siswa kelas X TJKT 2, Rafi Ahmad, menyampaikan kesan dan pesannya setelah mengikuti seminar. Ia menyadari betapa halusnya teknik persuasi yang digunakan kelompok radikal di internet. “Dulu saya pikir radikalisme itu hanya soal kekerasan fisik, ternyata lewat video pendek, meme dan bahkan game pun mereka bisa masuk,” tuturnya.
Melalui seminar ini, sekolah berharap para siswa dapat menjadi agen perdamaian di lingkungan digital. Selain edukasi, sekolah juga berencana memperketat kurikulum berbasis karakter dan penguatan nilai-nilai Al-Islam serta Kemuhammadiyahan sebagai fondasi utama bagi para siswa dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks. (Risma Nur Izzah)

