Surabaya — Rasa peduli tidak mengenal sekat dan waktu. Hal itulah yang dibuktikan oleh jajaran suporter pelajar SMK Muhammadiyah 1 Surabaya. Melihat duka bencana alam yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), anak-anak koordinator suporter langsung menggerakkan rekan-rekannya untuk menggalang bantuan bagi para korban pada Jumat (28/8/2026).

Persiapan kilat yang hanya memakan waktu beberapa hari tidak menguras semangat mereka. Para pelajar ini turun langsung ke jalanan Surabaya, menempati beberapa titik strategis lampu merah seperti di perempatan Jalan Simokerto, Kenjeran, hingga Jagalan. Setiap senyuman dan sapaan santun mereka layangkan kepada para pengguna jalan demi mengumpulkan kepedulian.
Perjuangan tersebut membuahkan hasil manis. Pelajar Smeamsa berhasil menghimpun dana kemanusiaan sebesar Rp8.488.000,-. Dari jumlah tersebut, dana sebesar Rp1.961.000,- disalurkan melalui LAZISMU Kota Surabaya. Pemilihan angka Rp1.961.000 ini memiliki makna historis mendalam, yakni memperingati tahun berdirinya SMK Muhammadiyah 1 Surabaya di tahun 1961.

Guna memperluas jangkauan kebaikan, sisa dana lainnya disalurkan melalui BDRT Komunitas Bonek. Aksi kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa pelajar SMK Muhammadiyah 1 Surabaya mampu membaur dan menunjukkan peran positifnya di tengah komunitas luas di luar Muhammadiyah.
“Acara galang dana pelajar ini bukan sekadar mengumpulkan rupiah, tapi menjadi ruang bagi kami untuk menempa diri. Melalui aksi ini kami belajar tiga hal mendasar: bagaimana berorganisasi di lapangan, bagaimana meresapi empati, dan bagaimana indahnya berbagi,” ungkap salah satu relawan pelajar dengan bangga.

Langkah kecil dari perempatan jalan di Surabaya ini diharapkan dapat menjadi percik inspirasi bagi pelajar dan generasi muda lainnya untuk senantiasa tanggap terhadap sesama. Semoga setiap rupiah yang terkumpul menjadi berkah bagi saudara-saudara di Flores NTT, dan setiap lelah para siswa tercatat sebagai amalan kebaikan. (Risma Nur Izzah)

