Surabaya – Suasana di Kantor Layanan Lazismu SMK Muhammadiyah Surabaya tampak berbeda pada Kamis pagi, 22 Januari 2026. Sebanyak 23 siswa hadir dengan raut wajah penuh syukur untuk mengikuti program pentasyarufan beasiswa. Kegiatan ini bukan sekadar prosesi serah terima bantuan materi, melainkan wujud kepedulian sosial untuk memastikan generasi muda tetap tegak melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.

Dalam agenda tersebut, KL Lazismu SMK Mudisa menyalurkan dana bantuan dengan total nilai Rp13.215.000. Anggaran ini terbagi menjadi dua sektor krusial, yakni Rp11.415.000 untuk menanggung biaya administrasi sekolah seperti SPP dan kegiatan akademik, serta Rp1.800.000 sebagai bantuan seragam sekolah agar para siswa dapat belajar dengan rasa percaya diri dan fasilitas yang layak.
Bagi para wali murid, bantuan ini laksana oase di tengah padang pasir. Banyak dari mereka yang merasa sangat terbantu karena dana tersebut menutup kekurangan biaya sekolah yang selama ini menjadi beban pikiran. Program ini sekaligus membuktikan bahwa pendidikan di lingkungan Muhammadiyah senantiasa mengedepankan nilai-nilai inklusivitas dan tolong-menolong.

Kepala KL Lazismu SMK Mudisa, Arvi Irchami, S. Pd., memberikan pesan yang sangat memotivasi. Beliau menginginkan agar manfaat keberadaan Lazismu di sekolah tersebut bisa dirasakan secara lebih luas dan tidak hanya terbatas pada kategori kurang mampu saja. Arvi memimpikan sebuah sistem penghargaan di mana setiap tetes keringat siswa dalam belajar mendapatkan apresiasi yang sepadan.
“Harapan saya nanti bisa memberikan bantuan dana untuk siswa yang berprestasi juga. Bukan hanya siswa tidak mampu,” tegas Arvi Irchami dengan optimisme tinggi.
Pernyataan ini memberikan sinyal positif bagi seluruh siswa SMK Mudisa. Kedepannya, Lazismu diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai “penolong” saat kesulitan finansial, tetapi juga sebagai “pendorong” bagi lahirnya prestasi-prestasi baru di sekolah. Melalui dukungan dana zakat dan sedekah yang dikelola secara profesional, SMK Mudisa optimis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya terampil secara kompetensi, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan zaman berkat dukungan lingkungan pendidikan yang suportif. (Risma Nur Izzah)

