
Surabaya – Apel peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah pada 18 November 2025 sukses digelar secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia. Di tengah semarak peringatan nasional tersebut, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Simokerto di Surabaya turut menyelenggarakan apel akbar yang berjalan lancar dan tertib. Apel yang dihadiri oleh seluruh elemen amal usaha Muhammadiyah di cabang Simokerto ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan juga wadah untuk memperkuat loyalitas dan semangat amar ma’ruf nahi munkar di tingkat akar rumput. Khususnya di Simokerto, peserta upacara merupakan gabungan lengkap dari peserta didik dan para guru dari SMA dan SMK Muhammadiyah 1 Surabaya, menunjukkan sinergi kuat antar lembaga pendidikan di bawah naungan cabang tersebut.
Salah satu sorotan utama dalam apel di Simokerto adalah amanat yang disampaikan oleh Drs. Husni, Wakil Ketua PCM Simokerto Bidang Pendidikan. Dalam pidatonya, beliau secara khusus menyoroti pentingnya akhlak bagi civitas akademika Muhammadiyah. Drs. Husni menegaskan bahwa lembaga pendidikan Muhammadiyah adalah benteng moral yang harus dicerminkan dalam setiap perilaku. “Saya berpesan khusus kepada para peserta didik dan juga para guru,” ujar Drs. Husni dengan suara tegas.

“Berakhlaklah layaknya saat Anda berada di sekolah. Bukan berakhlak seperti di luar sekolah yang bebas dari kontrol. Sekolah-sekolah Muhammadiyah adalah wadah pembentukan karakter Islami, dan akhlak yang baik harus menjadi identitas yang melekat di manapun Anda berada. Tunjukkan bahwa ajaran Al-Qur’an dan Sunnah yang kita pelajari benar-benar terimplementasi dalam sikap sehari-hari.”, tambahnya.

Pesan yang mendalam dari Wakil Ketua PCM Simokerto tersebut disambut dengan anggukan dan kesadaran kolektif dari seluruh peserta apel, khususnya para pendidik dan pelajar. Diharapkan, Milad ke-113 ini tidak hanya dirayakan dengan seremonial, tetapi juga menjadi titik tolak bagi peningkatan kualitas akhlak dan amal usaha, memastikan bahwa Muhammadiyah terus menjadi pelopor dalam mencetak generasi emas yang unggul, adaptif, dan berkarakter mulia demi memajukan kesejahteraan bangsa. (Risma Nur Izzah)

