Surabaya – Guna memperkaya wawasan dan kompetensi praktis peserta didik, SMK Muhammadiyah 1 Surabaya menyelenggarakan program intensif menghadirkan sejumlah Guru Tamu (Guest Teacher) dari berbagai perusahaan dan institusi profesional. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada tanggal 17 hingga 18 November 2025, ini melibatkan seluruh siswa dari berbagai kompetensi keahlian.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari kurikulum berbasis industri yang diusung SMK Mudisa, memastikan materi yang diterima siswa selalu relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Peserta didik dari jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) mendapat sesi coaching mendalam dari Up My Skill. Instruktur dari Up My Skill fokus membahas tren terbaru dalam cybersecurity dan manajemen jaringan berbasis cloud, memberikan insight praktis yang jarang didapatkan di ruang kelas.

Sementara itu, peserta didik jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL) disambut oleh praktisi dari PT. Indobismar. Sesi ini menekankan pada praktik akuntansi berbasis digital dan perpajakan korporat, memberikan gambaran langsung mengenai alur kerja di kantor akuntan publik atau departemen keuangan perusahaan besar.
Tidak ketinggalan, peserta didik jurusan Perbankan Syariah (PBS) mendapatkan materi vital dari praktisi KB Bank Bukopin Syariah. Sesi ini menitikberatkan pada etika layanan perbankan syariah, produk-produk keuangan islami, serta digitalisasi dalam transaksi perbankan.
Juga tak kalah menarik, dua jurusan keahlian lainnya, termasuk Desain Komunikasi Visual (DKV), juga mendapat bimbingan khusus. Para ahli dari Probes dan Papyrus berbagi ilmu dan pengalaman. Sesi ini fokus pada pemaparan aspek produksi dan bisnis kreatif, seperti strategi pemasaran konten visual, layout publikasi media cetak dan digital, serta etika profesional di industri kreatif.

Kepala SMK Mudisa menyampaikan bahwa kegiatan menghadirkan guru tamu dari berbagai perusahaan ini merupakan implementasi kurikulum berbasis industri. “program guru tamu ini bukan hanya sekedar teori, melainkan jembatan bagi siswa untuk melakukan transfer ilmu praktis langsung dari ahlinya”, ujarnya. Diharapkan, setelah sesi ini, para siswa memiliki motivasi yang lebih tinggi serta kesiapan mental dan skill yang matang sebelum memasuki masa praktik kerja lapangan (PKL) dan dunia industri. (Risma Nur Izzah)

